“Oleh : REVO VAN WISSEL”
Bulan Desember merupakan bulan penuh Rahmat bagi kita segenab umat manusia yang percaya akan Allah Maha Tinggi, bulan Desember juga mengantar kita sekalian menginggat kembali peristiwa bersejarah yang terjadi pada 2009 tahun silam, dimana Allah Maha Tinggi mengutus anak-Nya dalam rupa manusia kedalam dunia ini, melalui perantaraan seorang wanita yang bersih tanpa dosa, kelahiran-Nya di kandang hewan yang hina dina membawah berkat, harapan, pengampunan, kedamaian, dan cinta kasih kepada kita sekalian, Dialah Yesus Kristus Sang Juru Selamat Umat Manusia.
Kelahiran-Nya sungguh misterius, ajaran-Nya pun sungguh menganggumkan, keteladannan-Nya menghantui seluruh jiwa umat manusia yang percaya akan Dia. Kenangan akan peristiwa itu selalu di rayakan oleh seluruh umat manusia yang percaya akan diri-Nya, dimanapun mereka berada.
Disamping peristiwa bersejarah keagamaan diatas kita Segenab Umat Manusia Papua juga di ajak untuk kembali mengenang peristiwa pemberian KADO NATAL yang diberikan oleh Soekarno (Presiden ke 1 NKRI) kepada segenap umat manusia Papua, pada 62 Tahun yang silam tepatnya pada tanggal 19 Desember 1961 di Alun-Alun Utara Yogyakarta. Peristiwa pemberian KODA NATAL dalam wujud Mesin yang “Identik dengan praktek Pembunuh, Pemerkosa, Perampas, Penghisap Darah, Penindas segenap umat manusia papua”, mesin tersebut yang dikenal dengan sapaan Mesin TRIKORA oleh Soekarno (Presiden ke 1 NKRI), mesin tersebut dinakodai oleh Almarhumah Jenderal Besar Soeharto (Presiden ke 2 NKRI), mesin tersebut dirancang khusus untuk “1. Membubarkan Negara boneka Papua Barat buatan colonial Belanda, (yang telah Merdeka Pada tanggal “1 Desember 1961”) 2. Kibarkan bendera “Merah Putih” di Tanah Papua, 3. Mempercepat mobilisasi umum, dan 4. Membunuh setiap orang pribumi yang mengiginkan Kemerdekaan Papua Barat ”.
Sejak saat itu mesin TRIKORA telah membunuh sekian ribu umat manusia Papua hingga saat ini, mesin TRIKORA melalui jalan DOM (Daerah Operasi Militer) amat banyak meraih rengking/hadiah “Pelanggaran HAM Berat” atas semua kegiatan yang dilaksanakan olehnya dimulai dari rangking Operasi serigala, rangking Operasi Baratayut, rangking Operasi Kasuari, rangking Operasi Dani dan rangking lain-lain yang semuannya meninggalkan perasaan duka yang membara, dan trauma yang berkepanjangan di hati segenab umat manusia Papua hingga saat ini. Dengan banyaknya rangking/hadiah yang diperoleh oleh mesin tersebut sehingga, kedua individu yang menciptakan, mengendara mesin tersebut (SOEKARNO sebagai pencipta, dan SOEHARTO sebagai nakoda mesin tersebut, red) mendapat rekort MURI “Pelanggar HAM Berat di tanah Papua”. Namun ironisnya hingga saat ini belum juga digelar pemberihan hadiah atas diraihnya rangking, dan pemecah rekort MURI “Pelanggaran HAM Berat” oleh pemberi hadiah yang berwenang (Pengadilan, Mahkama Internasional).
Setelah di tutup jalan DOM (Daerah Operasi Militer), akibat ditimpanya bencana Alam Rerformasi tahun 1998, yang mengakibatkan kondisi jalan DOM mengalami kerusak parah, dan bersamaan dengan itu juga menelan korban jiwa di daerah Biak Numfor yang dikenal dengan sebutan “Peristiwa Biak Berdarah”. Mesin TRIKORA ini kemudian dimodifikasi sedemikian rupa hingga menjadi suatu mesin yang teramat canggih dan sanggat otomatis serta memiliki inframera di suatu sisi mesin tersebut sehingga perjalanan mesin ini di control langsung oleh monitor pusat peluncurannya. Mesin hasil modifikasi itu dikenal dengan sebutan mesin OTSUS (Otonomi Kusus) mengantikan nama TRIKORA, dalam trayeknya mesin ini dinakodai sendiri oleh “Orang Papua Sendiri” (Gubernur, Bupati/Wali kota, Camat, Desa, RT/RW), Mesin ini sangat halus bunyinya dibanding mesin sebelumnya. Tugas utama mesin ini adalah 1. Menjalankan segala perintah dari Pusat, 2. Memekarkan daerah-daerah di papua menjadi beberapa bagian (Kabupaten, dan Propinsi) dengan memanfaatkan Birokrat Papua, 3. Menciptakan perbedaan antara masyarakat Papua dengan memanfaatkan keadaan riil di papua seperti kondisi geografi, perbedaan keyakinan dan pandangan, 4. Mengarahkan masyarakat Papua kepada kehidupan yang bergantungan kepada Uang, 5. Membasmi seluruh simpatisan Papua Merdeka yang masih tersisa, dan lain-lainnya. Cara kerja mesin ini amat halus dan rapih sehalus bunyi mesinnya.
Mesin OTSUS cukup jelas mengarahkan tujuan di papua, ia mengunakan jalan yang dinamakan jalan “Legal Formil” yang telah diaspal dan ditata rapih, oleh para perancangnya korban-korban yang dilibas mesin ini adalah 1. Pemekaran Kabupaten Paniai, Punjak Jaya, dan Kota Sorong Tahun 1996, 2. Pemekaran Propinsi Papua Barat 2003, 3. Pemekaran Kabupaten Sorong Selatan, Mappi, Boven Digul, Kepi, Tolikara, Pegunungan Bintang, Yahukimo, Dogiai, Deiyai, dan yang belum sempat disebutkan pada Tahun 2007/8, 4. Pembunuhan Bapak Bangsa Papua Barat Dortheis Hiyo Eluwai tahun 2001, 5. Pembunuhan Karakter masyarakat Papua Barat yang mengiginkan Kemerdekaan Papua Barat, 6. Merekrut Penghianat-penghianat Harga diri Bangsa Papua menjadi BIN (Badan Intelijen Negara), serta menjadikan mereka sebagai tokoh nasionalis Indonesia, di papua barat yang di bayar mahal, 7. Melakukan Teror, Intimidasi, Pemerkosaan, Penyisiran Asrama-asrama mahasiswa Papua di kota pendidikan Jayapura oleh Aparat Keamanan yang bertujuan untuk menggangu Pisikologi para intektual Papua, agar tidak kritis menangapi sekian praktek politik yang terjadi di sekitar mereka, 8. Penyusupan Aparat Keamana di Dunia Kampus tanpa menghargai Wilayah Otonomi Kampus, 9. Penagkapan Aktivis HAM Papua Selpius Bobi, 2003, Buktar Tabuni 2009, Sebi Sambom 2009, Penembakan dan penangkapan Mahasiswa dan Pemuda Papua (Andi Gobay,Cs) 2009, dan Viktor.F. Yeimo 2009.
Bulan desember/Bulan suci bagi umat Kristen diseluruh dunia, selalu dirayakan dengan kepedihan yang menyelimuti setiap umat manusia Papua Barat sebab pada bulan desember Beribu-ribu anak manusia Papua dibunuh, diperkosa, diintimidasi, diterror, disiksa, dianiyaya, dan ditangkap oleh mesin TRIKORA dan OTSUS melalui perantara Aparat Keamanan (TNI/POLRI), dan Birokrasi Papua, yang dimulai sejak tahun 1963 hingga 2009. telah memperlihalkan bahwa praktek-praktek Pelanggaran hukum oleh Negara Indonesia yang berlandaskan Hukum, dan menghargai keberadaan HAM (sesuai anjuran Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945, Pasal 1 ayat 3) di tanah Papua Barat marak terjadi diakhir-akhir pengujung tahun tepatnya di dalam bulan November dan Desember setiap tahunnya.
Jika demikian faktanya dilapangan, maka pada bulan Desember setiap tahunnya kita segenab umat manusia Papua merayakan Perayaan Natal di balut “Duka Lara”, yang selalu mendapatkan KADO NATAL bersampul Pelanggaran HAM dan HUKUM oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia. Belum lama ini kita segenab umat manusia Papua Barat dikejutkan dengan Peristiwa Penembakan Panglima OPM wilayah Timika KELLIK WALIK pada tanggal 14 Desember 2009 di Banti, Timika. Perisatiwa ini kembali mengingatkan kita akan tugas khusus KADO NATAL MESIN TRIKORA yang diberikan silam. Oh mungkin ini KADO NATAL buat TAHUN 2009 ka apa ?, trus KADO NATAL selanjutnya siapa e ?, baru sekarang apa yang hendak di lakukan Intelektual Papua,? Birokrat Papua,? Pemuda Papua jika setiap akhir tahunnya di lakukan demikian ?
FILOSOFI MEE PAGO BILANG "MANA KOUKO AKIYA PADA KOYOKA". SEDANGKAN FILOSOPI LANNI PAGO BILANG "WONE TINEN AP AKAGERAK" Dengan demikian suaraku untukmu juga, Karena "Kebenaran bisah di Salahkan tetapi tidak bisah di Kalahkan"
Rabu, 05 Januari 2011
PEMERINTAH INDONESIA : LEMPAR BATUH SEMBUNYI TANGAN
Sejak awal, rakyat papua barat berkesimpulan bahwa penculihkan dan pembunuhan terhadap Theys Eluay dilakukan oleh Institusi Negara seperti TNI/Kopassus dalam rangka memerangi aspirasi papua barat merdeka yang telah mengkristal di masyarakat. Kesimpulan ini di ambil tidak hanya berdasarkan pengalaman sejarah masyarakat di tanah ini. Tetapi juga karena pengamatan masyarakat terhadap beberapa peristiwa yang terjadi di masyarakat menjelang penculikan dan pembunuhanTheys Eluay, seperti bocoran Dokumen Depdagri Jakarta 9 juni 2000, isu Drakula yang di tiupkan seminggu sebelum Theys di habiskan dan penyelenggaraan Festipal papua 2001, 3 hari setelah theys dibunuh.
Pemerintah sendiri melakukan upaya upaya untuk mengalihkan peratihan public dengan berbagai cara. Salah satunya ialah menyebar teori : lempar batu sembunyi tangan; pemerintah yang membunuh tetapi menuduh orang papua sebagai pihak yang bertanggungjawab membunuh theys eluay.
Pada 12 november 2001, dua hari setelah penculikan dan pembunuhan terhadap theys komandan kopassus yang di damping kapendam kodam XVII mengadakan konfrensi pers dan menyatakan bahwa TNI tidak terlibat dalam kasus penculikan dan pembunuhan theys eluay. Yang pertama menyampaikan pernyataan per situ ialah Letkol Hartomo, komandan Kopassus yang belakangan ini mengaku member perintah kepada anak buahnya untuk menyelesaikan theys membandel”. Tetapi dalam kopensi pers tersebut hartomo yang menyangkal. Dirinya dan satuannya pada prinsipnya tidak terlibat dalam kasus pembunuhan. Hal yang senada juga dinyatakan oleh Mahidin Simbolong, Pagdam Papua.
Selanjutnya, opini mulai di bentuk untuk menyesatkan public, lagi lagi dalam rangka “lempar batu sembunyi tangan”. kata pejabat pemerintah : yang membunuh Theys itu orang papua sendiri. Beberapa faksi yang disebutkan sebagai pelaku pembunuhan.
By.Dr Benny Giay
Pemerintah sendiri melakukan upaya upaya untuk mengalihkan peratihan public dengan berbagai cara. Salah satunya ialah menyebar teori : lempar batu sembunyi tangan; pemerintah yang membunuh tetapi menuduh orang papua sebagai pihak yang bertanggungjawab membunuh theys eluay.
Pada 12 november 2001, dua hari setelah penculikan dan pembunuhan terhadap theys komandan kopassus yang di damping kapendam kodam XVII mengadakan konfrensi pers dan menyatakan bahwa TNI tidak terlibat dalam kasus penculikan dan pembunuhan theys eluay. Yang pertama menyampaikan pernyataan per situ ialah Letkol Hartomo, komandan Kopassus yang belakangan ini mengaku member perintah kepada anak buahnya untuk menyelesaikan theys membandel”. Tetapi dalam kopensi pers tersebut hartomo yang menyangkal. Dirinya dan satuannya pada prinsipnya tidak terlibat dalam kasus pembunuhan. Hal yang senada juga dinyatakan oleh Mahidin Simbolong, Pagdam Papua.
Selanjutnya, opini mulai di bentuk untuk menyesatkan public, lagi lagi dalam rangka “lempar batu sembunyi tangan”. kata pejabat pemerintah : yang membunuh Theys itu orang papua sendiri. Beberapa faksi yang disebutkan sebagai pelaku pembunuhan.
By.Dr Benny Giay
TANGISANKU JUGA TANGISANMU !!!!
Mengapa saya tidak dilahirkan di Amerika atau di Eropa dengan kulit putih? Atau di Jepang dengan mata sipit dan kulit kuning? Atau sebagai orang Melayu? Mengapa saya dilahirkan sebagai orang Papua Barat berkulit hitam, rambut keriting di atas bumi Papua yang kaya-raya itu. Apakah Tuhan keliru menempatkan saya disana? Saya tidak bisa membayangkan tentang misteri kehidupan ini, selalu membayangi diri ini sebagai seorang anak manusia Papua Barat yang sedang mencari eksitensi (keberadaan) di dunia ini, ketika bangsa kolonialisme-Imperialis dan antek-anteknya terus melakukan eksploitasi di bumi yang sangat saya cintai.Pemukulan, pembunuhan, pembantaian dan kekerasan lainnya terhadap ibu, bapa, adik dan kakak dan terhadap paman. Mereka menginginkan kita tetap bodoh tidak sama sekali menyadari akan adanya ketidak adilan sosial, ekonomi, politik dan HAM yang dilakukannya. Itu semua, dengan mata telanjang telah saya saksikan. Sampai kapan akan terus terjadi. Disatu titik penantian, saya mengharapkan Bumi Papua yang aman bebas dari jiwa-jiwa kolonialisme, imperialisme itu. Haruskah saya duduk menangis dan meratapi sampai orang berkulit hitam rambut keriting di tanah Papua Barat lenyap ditelan bumi. Sebagaimana yang sedang terjadi saat ini. Apa yang harus saya lakukah??? Lawan..lawan dan lawan, karena kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan peri keadilan.
TANGISAN HATIKU!!!!!
aku ingin merdeka,,, aku mau bebas,,,
tak ada satupun yang boleh
menahanku,,,
walau itu berujung di terali besi atau peti mati,,,
harga
diriku tak akan kugadaikan hanya dengan selembar SK CPNS
martabat
kemanusiaanku nilainya melebihi gaji dan tunjangan setiap bulan
walaupun harus menderita aku ingin menjadi orang yang
profesional
profesional dalam menekuni profesiku sebagai aktivis papua
Merdeka
Dirgahayu Papua Barat yang ke-49
sekali dijalan tetap dijalan
sekali dihutan tetap dihutan
sekali merdeka tetap merdeka
tak ada satupun yang boleh
menahanku,,,
walau itu berujung di terali besi atau peti mati,,,
harga
diriku tak akan kugadaikan hanya dengan selembar SK CPNS
martabat
kemanusiaanku nilainya melebihi gaji dan tunjangan setiap bulan
walaupun harus menderita aku ingin menjadi orang yang
profesional
profesional dalam menekuni profesiku sebagai aktivis papua
Merdeka
Dirgahayu Papua Barat yang ke-49
sekali dijalan tetap dijalan
sekali dihutan tetap dihutan
sekali merdeka tetap merdeka
TANGISANKU...???
Anakku Tahukah Kau, bahwa...
Anakku Tahukah Kau, bahwa...
…Budayamu…
…adalah kehidupanmu...
…Kehidupanmu...
…adalah sejarahmu...
…Budaya dan sejarahmu …
…adalah Identitas dan jatidirimu.....
…Jangan takut…
…kita bersama…
…bersatu pasti menang...
Jadilah Diri Sendiri
Keberanian harus dipertarukan demi kesetiaan mengangkat harga diri. Suatu perjuangan yang harus kita capai adalah bukti dari keberanian. Bagi kita setiap pribadi, untuk merai hak merdeka bagi diri sendiri, bangsa dan negara yang tertindas haruslah kita melawan diri sendiri, dari rasa takut untuk mencapai keberanian...dan kemenangan…
Anakku Tahukah Kau, bahwa...
…Budayamu…
…adalah kehidupanmu...
…Kehidupanmu...
…adalah sejarahmu...
…Budaya dan sejarahmu …
…adalah Identitas dan jatidirimu.....
…Jangan takut…
…kita bersama…
…bersatu pasti menang...
Jadilah Diri Sendiri
Keberanian harus dipertarukan demi kesetiaan mengangkat harga diri. Suatu perjuangan yang harus kita capai adalah bukti dari keberanian. Bagi kita setiap pribadi, untuk merai hak merdeka bagi diri sendiri, bangsa dan negara yang tertindas haruslah kita melawan diri sendiri, dari rasa takut untuk mencapai keberanian...dan kemenangan…
KONFLIK INTERNASIONAL MASA LALU KEMBALI MEWARNA DUNIA DAN ORGANISASI INTERNASIONAL ( PBB )
Di Tulis Oleh : Agustinus R Kambuya
Sejarah Konflik Sebelum Perang dunia II
Dunia sebelum Perang Dunia ke II meruapakn dunia yang anarki,berbagai fenomena konflik mewarnai kehidupan pada decade tersebut. Persoalan kepentingan nasional menyangkut kebuthan akan natural Resources yang menjadi jaminan bagi suatu negara untuk tetap surfife mendorng negara untuk berupaya memperolehnya. Namun di satu sisi negara tidak dapat memperoleh nya sendiri bahkan di dalam batas kedaulatannya .kebutuhan ini mendorong negara untuk mencarinya di lauar batas wilayahnya atau yang sering di kenal dengan ekspansi . ekspansi negara-negara di dasari pada dua faktor. yaitu di lanadasi oleh adanya upaya ekspansi untuk menguasai sumberdaya alam ( natural resources ) dan ekspansi dalam rangka penyebaran Ideologi. dalam situasi yang sama berbagai negara tetap mempertahankan kedaulatan nasional dan Ideologinya. sifat yang ekpansif dan difensif ini sering menimbulkan benturan, benturan yang lebih ekstrim adalah konflik .Beberapa kasus dapat menjadi contoh.Indonesia misalnya memepertahankan kedaulatan nasional dari ekspansi negara-negara Eropa ( Belanda ) mengakibatkan konflik yang berujung kepada kemerdekaan. Atau contoh lain perang anatar Amerika dan jepang,Unisoviet dan Amerika .atau dapat di refleksikan kembali perang anatara peradaban atau kerajan-kerajaan pada abad ke 10-15.
Realitas dunia yang demikian mendorng negara-negara di dunia berupaya untuk mempertahankan kedaulatanya dari ancaman ekspansi negara lain.berbagai perspektif muncul terkait dengan upaya untuk mepertahankan hidup (surfife) dan kedaulatannya , diantaranya perspektif yang menekanakan perlu adanya kekuatan nasional berupa senjata untuk melindungi kedaulatan nasional dari ancaman negara lain, di sisis lain kepemilikan senjata bukan hanya untuk melindungi kedaulatan nasional tetapi juga dapat menciptakan bergining negara tersebut di dunia internasional. Terwujud nya perspektif tersebut diyakini dapat menciptakan perdamaian dunia,karena tipa negara tidak dpata menyerang negara lain karena negara-negara tersebut memiliki kekuatan yang sama. Namun realitas yang tercipta bertolak belakang , perlobaan senjata menciptakan ketegangan antara negara bahkan konflik terbuka. Kondisi ini berlangsung sampai pada akhir perang dunia ke dua .
Kondisi perlobaan senjata pada decade tersebut mendorong kesadaran beberapa negara untuk mencari solusi dalam mengatasinya . Suatu puncak kemajuan yang di capai oleh negara-negara di dunia adalah di bentuknya Institusi Internasional bernama Liga bangsa-bangsa, yang kemudian berefolusi menjadi Organiasai Inetarnasional PBB. Organiasai ini secara fungsi ada untuk menjamin perdaimana dunia atau menciptakan aturan yang dapat mengatur kehidupan anatar negara ,menjamin secara hukum kedaulatan tiap-tiap negara.
Keberadaan Organisasi Internasional dalam perjalanan nya berhasil menciptakan perdamaian dunia , dan berhasil dalam menjamin berbagai hak sosial, dinatar nya demokrasi,hak asasi manusia dan lain sebagainya. Namun Eksistensi dan Konsistensi Organisasi internasional ini pada perkembangan nya kembali di warnai feomena yang sama yaitu konflik perlobaan senjata anatar Negara.
Siklus Konflik Sejarah Kembali terjadi di Era Globalisasi.
Adanya suatu aturan Internasional yang menjadi jaminan bagi masyarakat dunia , salah satunya adalah tidak di perbolehkannya pengunaan senjata pemusnah masal atau nuklir oleh negara-negara di dunia. namun pada kenyataanya beberpa negara di dunia tetap mengunakan bahkan ada yang mengabaikan hukum tersebut. Contohnya korea Utara, Cina, India , Iran dan beberapa negara lainya. Ketidak patuhan negara-negara tersebut di sebabkan karena adanya dasar pandangan bahwa organisasi internasional melaui aturan yang ada tidak lagi menjamin kedaulatan nasional suatu Negara. bahkan kedaulatan negara tersebut akan hilang apabila negara-negara tersebut tidak mampu melindunginya.
Ekspansi secara fisik maupun capital dan Ideologi terutama Ideologi Liberal yang menjadi dasar kebijakan Organisasi-Orgainisasi Internasional di asumsikan akan menyebakan negara tidak mempunyai kekuatan dalam melindungi hak politik,Ideologi dan ekonominya. Pandangan ini menjadi dasar kuat beberapa negara dalam mengembangkan senjata nuklirnya.
Perselisihan Iran dan Israel
Perselisahan anatara Iran dan Israel merupakan salah satu dari contoh berulang nya fenomena internasional di masa lalu .Iran menangap keberadaan nuklir Israel merupakan ancaman bahkan sebaliknya Israel mengangap pengembangan nuklir Iran merupakan ancaman . Padang ini mendorng kedua Negara untuk mengebangkan kekuatan senjata nuklirnya guna melindungi kedaulatannya. Sikap perlombaan kekuatan senjata ini menunjukan bahwa hanya Negara tertentu yang mampu menjamin keamanan kedaulatan nya,tanpa mengantungkan sepenuhnya kepada aturan Organisasi Internasional dan Organisasi Regional.
Relefansinya dengan Indonesia
Beberapa kasus diatas patut di jadikan bahan refleksi,bahwa Negara Indonesia yang letaknya strategis dan berdekatan dengan beberpa Negara tetanga perlu mendefenisikan kekuatan seperti apa yang di gunakan untuk melindungi kedaulatan nasional dari ekspansi Negara lain.
Menurut penulis beberapa pulau terdepan Indonesia yang hilang menjadi fakta bahwa penguatan militer TNI AU,AD dan AL merupakan factor utama dalam melindungi kedaulatan nasional.
Catatan . Email : Sirkulasi@republika.co.id
iklan@republika.co.id
Sejarah Konflik Sebelum Perang dunia II
Dunia sebelum Perang Dunia ke II meruapakn dunia yang anarki,berbagai fenomena konflik mewarnai kehidupan pada decade tersebut. Persoalan kepentingan nasional menyangkut kebuthan akan natural Resources yang menjadi jaminan bagi suatu negara untuk tetap surfife mendorng negara untuk berupaya memperolehnya. Namun di satu sisi negara tidak dapat memperoleh nya sendiri bahkan di dalam batas kedaulatannya .kebutuhan ini mendorong negara untuk mencarinya di lauar batas wilayahnya atau yang sering di kenal dengan ekspansi . ekspansi negara-negara di dasari pada dua faktor. yaitu di lanadasi oleh adanya upaya ekspansi untuk menguasai sumberdaya alam ( natural resources ) dan ekspansi dalam rangka penyebaran Ideologi. dalam situasi yang sama berbagai negara tetap mempertahankan kedaulatan nasional dan Ideologinya. sifat yang ekpansif dan difensif ini sering menimbulkan benturan, benturan yang lebih ekstrim adalah konflik .Beberapa kasus dapat menjadi contoh.Indonesia misalnya memepertahankan kedaulatan nasional dari ekspansi negara-negara Eropa ( Belanda ) mengakibatkan konflik yang berujung kepada kemerdekaan. Atau contoh lain perang anatar Amerika dan jepang,Unisoviet dan Amerika .atau dapat di refleksikan kembali perang anatara peradaban atau kerajan-kerajaan pada abad ke 10-15.
Realitas dunia yang demikian mendorng negara-negara di dunia berupaya untuk mempertahankan kedaulatanya dari ancaman ekspansi negara lain.berbagai perspektif muncul terkait dengan upaya untuk mepertahankan hidup (surfife) dan kedaulatannya , diantaranya perspektif yang menekanakan perlu adanya kekuatan nasional berupa senjata untuk melindungi kedaulatan nasional dari ancaman negara lain, di sisis lain kepemilikan senjata bukan hanya untuk melindungi kedaulatan nasional tetapi juga dapat menciptakan bergining negara tersebut di dunia internasional. Terwujud nya perspektif tersebut diyakini dapat menciptakan perdamaian dunia,karena tipa negara tidak dpata menyerang negara lain karena negara-negara tersebut memiliki kekuatan yang sama. Namun realitas yang tercipta bertolak belakang , perlobaan senjata menciptakan ketegangan antara negara bahkan konflik terbuka. Kondisi ini berlangsung sampai pada akhir perang dunia ke dua .
Kondisi perlobaan senjata pada decade tersebut mendorong kesadaran beberapa negara untuk mencari solusi dalam mengatasinya . Suatu puncak kemajuan yang di capai oleh negara-negara di dunia adalah di bentuknya Institusi Internasional bernama Liga bangsa-bangsa, yang kemudian berefolusi menjadi Organiasai Inetarnasional PBB. Organiasai ini secara fungsi ada untuk menjamin perdaimana dunia atau menciptakan aturan yang dapat mengatur kehidupan anatar negara ,menjamin secara hukum kedaulatan tiap-tiap negara.
Keberadaan Organisasi Internasional dalam perjalanan nya berhasil menciptakan perdamaian dunia , dan berhasil dalam menjamin berbagai hak sosial, dinatar nya demokrasi,hak asasi manusia dan lain sebagainya. Namun Eksistensi dan Konsistensi Organisasi internasional ini pada perkembangan nya kembali di warnai feomena yang sama yaitu konflik perlobaan senjata anatar Negara.
Siklus Konflik Sejarah Kembali terjadi di Era Globalisasi.
Adanya suatu aturan Internasional yang menjadi jaminan bagi masyarakat dunia , salah satunya adalah tidak di perbolehkannya pengunaan senjata pemusnah masal atau nuklir oleh negara-negara di dunia. namun pada kenyataanya beberpa negara di dunia tetap mengunakan bahkan ada yang mengabaikan hukum tersebut. Contohnya korea Utara, Cina, India , Iran dan beberapa negara lainya. Ketidak patuhan negara-negara tersebut di sebabkan karena adanya dasar pandangan bahwa organisasi internasional melaui aturan yang ada tidak lagi menjamin kedaulatan nasional suatu Negara. bahkan kedaulatan negara tersebut akan hilang apabila negara-negara tersebut tidak mampu melindunginya.
Ekspansi secara fisik maupun capital dan Ideologi terutama Ideologi Liberal yang menjadi dasar kebijakan Organisasi-Orgainisasi Internasional di asumsikan akan menyebakan negara tidak mempunyai kekuatan dalam melindungi hak politik,Ideologi dan ekonominya. Pandangan ini menjadi dasar kuat beberapa negara dalam mengembangkan senjata nuklirnya.
Perselisihan Iran dan Israel
Perselisahan anatara Iran dan Israel merupakan salah satu dari contoh berulang nya fenomena internasional di masa lalu .Iran menangap keberadaan nuklir Israel merupakan ancaman bahkan sebaliknya Israel mengangap pengembangan nuklir Iran merupakan ancaman . Padang ini mendorng kedua Negara untuk mengebangkan kekuatan senjata nuklirnya guna melindungi kedaulatannya. Sikap perlombaan kekuatan senjata ini menunjukan bahwa hanya Negara tertentu yang mampu menjamin keamanan kedaulatan nya,tanpa mengantungkan sepenuhnya kepada aturan Organisasi Internasional dan Organisasi Regional.
Relefansinya dengan Indonesia
Beberapa kasus diatas patut di jadikan bahan refleksi,bahwa Negara Indonesia yang letaknya strategis dan berdekatan dengan beberpa Negara tetanga perlu mendefenisikan kekuatan seperti apa yang di gunakan untuk melindungi kedaulatan nasional dari ekspansi Negara lain.
Menurut penulis beberapa pulau terdepan Indonesia yang hilang menjadi fakta bahwa penguatan militer TNI AU,AD dan AL merupakan factor utama dalam melindungi kedaulatan nasional.
Catatan . Email : Sirkulasi@republika.co.id
iklan@republika.co.id
ORANG PAPUA DAN PERANG
ORANG PAPUA DAN PERANG
Dalam perang antar suku atau klen, orang papua mempunyai rambu-rambu, norma-norma dan ketentuan-ketentuan yang harus dipatuhi kedua belah pihak yang sedang berperang. Ada beberapa larangan yang tidak boleh dilanggar walaupun itu dalam situasi perang.
Misalnya, dilarang membunuh orang tanpa alas an, dilarang membunuh orang tua, dilarang membunuh perempuan, dilarang membunuh anak anak kecil, di latrang membunuh orang orang lumpuh dan cacat, di larang membunuh pimpinan di pihak musuh, dilarang mengambil barang di medan perang, dan dilarang melakukan hubungan seks di medan perang.
MENGAPA ORANG PAPUA MEMBUNUH?
Orang papua dalam nilai hidupnya tidak boleh membunuh orang secara sembarang. Membunuh orang harus mempunyai alasan yang jelas dan dasar yang jelas pula. Alasan membunuh orang bukan karena pencurian babi, bukan karena perampasan tanah, bukan juga karena perempuan. Walaupun itu sering terja tetapi itu bukan pembunuhan yang direncanakan.
Pembunuhan yang dilakukan oleh orang papua adalah karena ada pembunuhan yang perna terjadi dan dilakukan pembalasan untuk menggantikannya pembunuhan seperti itu dilakukan dalam waktu yang cukup lama. Artinya, bias 20 – 50 tahun. Bahkan, tidak jarang orang tua menitipkan rencana itu kepada anak anaknya.
Waktu yang lama itu dimaksudkan agar si pembunuh lupa akan perbuatannya. Sementara pihak korban harus menyimpan rencana pembalasan itu dengan rapid an matang. Pihak korban, tidak pernah menunjukkan sikap permusuhan atau gerakan gerakan yang mencurigakan. Pihak korban selalu mengajak pihak pembunuh untuk makan bersama, berjalan bersama, dan juga hidup secara wajar. Pihak korban telah menciptakan iklim persahabatan yang tidak mencurigakan dan pada kesempatan itu di rencanakan untuk melakukan pembalasan pembunuhan. Caranya ialah, pihak pihak korban mempersiapkan alat alat perang yang terbatas tapi berkualitas dan mengajak pihak pembunuh untuk pergi untuk memasak bersama-sama ditempat yang telah ditentuhkan oleh pihak korban. Pihak pembunuh tidak mencurigai dan mengikuti ajakan pihak korban. Sampai di tempat yang ditentukan itu mereka makan bersama sama.
KELUARGA KORBAN TANYAKAN
NAMA ORANG YANG PERNA DIBUNUH
Pada saat mereka makan bersama sama, di luar dugaan, dari pihak korban bertanya kepada pihak pelaku pembunuhan itu tentang nama orang yang perna di bunuh. Mereka Tanya seperti ini: “ saudara A, dimana saudara sembunyikan saudara kami yang bernama B itu?”
Pada saat pertanyaan ini disampaikan, saudara A ini sadar bahwa dia akan di bunuh untuk menggantikan kepalanya saudara B. ini adalah cara orang papua balas dendam. Orang papua tidak perna membunuh orang tanpa alas an yang jelas. Orang papua membunuh musuh tapi menggunakan etika sopan santun.
MEMBUNUH ORANG DI BAGIAN TERTENTU
Orang papua mempunyai etika sangat tinggi dalam membunuh orang. Orang papua tidak perna membunuh orang
Dalam perang antar suku atau klen, orang papua mempunyai rambu-rambu, norma-norma dan ketentuan-ketentuan yang harus dipatuhi kedua belah pihak yang sedang berperang. Ada beberapa larangan yang tidak boleh dilanggar walaupun itu dalam situasi perang.
Misalnya, dilarang membunuh orang tanpa alas an, dilarang membunuh orang tua, dilarang membunuh perempuan, dilarang membunuh anak anak kecil, di latrang membunuh orang orang lumpuh dan cacat, di larang membunuh pimpinan di pihak musuh, dilarang mengambil barang di medan perang, dan dilarang melakukan hubungan seks di medan perang.
MENGAPA ORANG PAPUA MEMBUNUH?
Orang papua dalam nilai hidupnya tidak boleh membunuh orang secara sembarang. Membunuh orang harus mempunyai alasan yang jelas dan dasar yang jelas pula. Alasan membunuh orang bukan karena pencurian babi, bukan karena perampasan tanah, bukan juga karena perempuan. Walaupun itu sering terja tetapi itu bukan pembunuhan yang direncanakan.
Pembunuhan yang dilakukan oleh orang papua adalah karena ada pembunuhan yang perna terjadi dan dilakukan pembalasan untuk menggantikannya pembunuhan seperti itu dilakukan dalam waktu yang cukup lama. Artinya, bias 20 – 50 tahun. Bahkan, tidak jarang orang tua menitipkan rencana itu kepada anak anaknya.
Waktu yang lama itu dimaksudkan agar si pembunuh lupa akan perbuatannya. Sementara pihak korban harus menyimpan rencana pembalasan itu dengan rapid an matang. Pihak korban, tidak pernah menunjukkan sikap permusuhan atau gerakan gerakan yang mencurigakan. Pihak korban selalu mengajak pihak pembunuh untuk makan bersama, berjalan bersama, dan juga hidup secara wajar. Pihak korban telah menciptakan iklim persahabatan yang tidak mencurigakan dan pada kesempatan itu di rencanakan untuk melakukan pembalasan pembunuhan. Caranya ialah, pihak pihak korban mempersiapkan alat alat perang yang terbatas tapi berkualitas dan mengajak pihak pembunuh untuk pergi untuk memasak bersama-sama ditempat yang telah ditentuhkan oleh pihak korban. Pihak pembunuh tidak mencurigai dan mengikuti ajakan pihak korban. Sampai di tempat yang ditentukan itu mereka makan bersama sama.
KELUARGA KORBAN TANYAKAN
NAMA ORANG YANG PERNA DIBUNUH
Pada saat mereka makan bersama sama, di luar dugaan, dari pihak korban bertanya kepada pihak pelaku pembunuhan itu tentang nama orang yang perna di bunuh. Mereka Tanya seperti ini: “ saudara A, dimana saudara sembunyikan saudara kami yang bernama B itu?”
Pada saat pertanyaan ini disampaikan, saudara A ini sadar bahwa dia akan di bunuh untuk menggantikan kepalanya saudara B. ini adalah cara orang papua balas dendam. Orang papua tidak perna membunuh orang tanpa alas an yang jelas. Orang papua membunuh musuh tapi menggunakan etika sopan santun.
MEMBUNUH ORANG DI BAGIAN TERTENTU
Orang papua mempunyai etika sangat tinggi dalam membunuh orang. Orang papua tidak perna membunuh orang
Langganan:
Postingan (Atom)
